Page 163 - Profil Desa Budaya Srimulyo
P. 163

9. Bahasa Sastra dan Aksara Jawa

                   a.  Cerita Rakyat
                                                               Peninggalan warisan Budaya/
                         No      Judul Cerita rakyat                                                                        Garis Besar Cerita Rakyat
                                                                  Petilasan yang Terakhir

                          1     Sunan Geseng              Makam Sunan Geseng                            Sunan  Geseng  nama  aslinya  adalah  Cakrajaya,  berasal  dari
                                                                                                        Bagelen  seorang  pemuda  yang  memiliki  kemauan  keras,  tetapi

                                                                                                        suka menyendiri selepas menikah. Cakrajaya sehari- hari bekerja
                                                                                                        sebagai  penyadap  pohon  enau  (aren).  Hasil  sadapan  tersebut

                                                                                                        kemudian diolah bersama istrinya untuk bahan dasar gula, lantas
                                                                                                        dijual di Pasar Bagelen Purworejo setiap 3 hari sekali. Setiap pagi

                                                                                                        dirinya  berangkat  kerja  dengan bumbung  bambu  yang  diikatkan

                                                                                                        pada  pinggangnya.  Disuatu  pagi  sebelum  terang,  hati  terasa
                                                                                                        gundah  dan  jantung  berdebar  yang  belum  pernah  dirasakan

                                                                                                        selama  hidupnya,  seraya  berjalan  menuju  bukit  Sumberan,
                                                                                                        kemudian dia memanjat penuh dengan kehati- hatian, rasa gundah

                                                                                                        terobati  berkat  melimpahnya  hasil  sadapan  yang  melimpah.

                                                                                                        Kemudian turun ke tanah dan mendengar suara memanggilnya.
                                                                                                        Dialah Sunan Kalijaga, dengan penuh hormat Cakrajaya mencium

                                                                                                        tangan  Sunan.  Selama  berbincang-  bincang  menuju  kre  rumah
                                                                                                        Cakrajaya  tidak  begitu  paham  kalimat-  kalimat  yang  diucapkan

                                                                                                        oleh Sunan Kalijaga Jatining Urip, dan Urip Sejati sesampainya di

                                                                                                        rumah logam yang hendak diolah menjadi gumpalan- gumpalan
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168