Berita Desa

Wiwitan Bintaran Wetan, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Menjelang Panen Padi

03 Juni 2026
Administrator
Dibaca 15 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Masyarakat Padukuhan Bintaran Wetan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul melaksanakan tradisi Wiwitan pada Rabu (3/6) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang telah tumbuh dengan baik dan segera memasuki masa panen. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan budaya agraris kepada generasi saat ini. Kegiatan Wiwitan berlangsung di area persawahan Padukuhan Bintaran Wetan dengan dihadiri oleh perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Piyungan, Ketua Kelompok Tani Bintaran Wetan, para petani, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga tradisi yang menjadi identitas masyarakat pedesaan.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki berupa tanaman padi yang tumbuh subur serta harapan agar proses panen dapat berjalan dengan lancar, aman, dan menghasilkan hasil yang melimpah. Dalam suasana yang khidmat, para peserta mengikuti rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan sebagai wujud permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para petani senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas pertanian. Setelah doa bersama, dilaksanakan prosesi metik pari atau pemotongan padi secara simbolis yang menjadi inti dari tradisi Wiwitan. Pemotongan beberapa tangkai padi dilakukan sebagai penanda dimulainya musim panen. Prosesi tersebut sarat akan makna, yaitu ungkapan rasa hormat kepada alam dan rasa syukur atas hasil kerja keras para petani yang selama berbulan-bulan merawat tanaman padi hingga siap dipanen.

Ketua Kelompok Tani Bintaran Wetan menyampaikan bahwa tradisi Wiwitan bukan sekadar seremoni menjelang panen, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga serta mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat para petani dalam menjaga produktivitas pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah Kalurahan Srimulyo. Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan hadir untuk menyaksikan dan mengikuti prosesi yang penuh nilai budaya tersebut. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta berkumpul di tepi sawah untuk melaksanakan dhahar kembul bujana atau makan bersama. Berbagai hidangan tradisional disajikan, di antaranya nasi, ayam ingkung, telur rebus, sambal gepeng, serta aneka lauk-pauk yang dibawa secara gotong royong oleh masyarakat.

Dhahar kembul bujana menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan antarwarga. Melalui makan bersama, masyarakat dapat saling berbincang, mempererat silaturahmi, dan memperkuat rasa persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan. Kehangatan dan keakraban terlihat jelas saat seluruh peserta menikmati hidangan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, para petani, tokoh masyarakat, dan tamu undangan berdiskusi mengenai kondisi pertanian, harapan hasil panen tahun ini, serta upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Sarasehan juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antarpetani dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

Melalui pelaksanaan tradisi Wiwitan ini, masyarakat Padukuhan Bintaran Wetan menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai-nilai syukur, gotong royong, dan kebersamaan. Diharapkan tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kalurahan Srimulyo di masa mendatang. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image