Berita Desa

Kamis Aksara, Upaya Kecil Membumikan Aksara Jawa di Kalurahan Srimulyo

12 Agustus 2021
Administrator
Dibaca 859 Kali
Kamis Aksara, Upaya Kecil Membumikan Aksara Jawa di Kalurahan Srimulyo

Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Berdasarkan data yang ditampilkan pada laman situs Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), tercatat ada 718 bahasa daerah di tanah air. Ragam budaya yang begitu kaya, ya Dulur! Uniknya, meski terdapat 718 bahasa daerah di Indonesia, pada kenyataannya tidak dijumpai jumlah khasanah aksara lokal sebanyak itu pula, karena saat ini hanya terdapat 12 aksara daerah yang merupakan bagian dari kekayaan kesusastraan dan budaya Indonesia, yakni aksara Jawa, Bali, Sunda Kuno, Bugis atau Lontara, Rejang, Lampung, Karo, Pakpak, Simalungun, Toba, Mandailing, dan Kerinci (Rencong atau Incung).

Sejak abad 15, aksara Nusantara berkembang pesat ditandai dengan beragamnya aksara untuk menuliskan berbagai bahasa daerah hingga kemudian peranannya mulai tergeser oleh abjad Arab dan alfabet Latin. Penggunaan aksara Nusantara mengalami penurunan pada pertengahan abad 20 dan hanya diterapkan dalam konteks yang terbatas.

Saat ini, ada kabar menggembirakan bahwa Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), organisasi nirlaba yang ditugaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah mendigitalisasi tujuh aksara Nusantara dan terdaftar di dalam Unicode, termasuk Aksara Jawa. Jika sudah terdaftar pada Unicode, maka aksara Nusantara itu bisa didaftarkan ke lembaga internet dunia, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Namun, kabar buruknya, hingga saat ini Aksara Jawa masih mendapat penolakan dari ICANN dengan alasan bahasa Jawa belum masuk sebagai bahasa administratif Indonesia di ISO 3166-1. Selain itu, ICANN melihat bahwa belum cukup bukti bahwa aksara Jawa lazim digunakan oleh seluruh atau sebagian masyarakat Indonesia dan status aksara Jawa di UNICODE di mana saat ini masih masuk dalam kategori Limited Use Script.

Kita sadari bahwa Aksara Jawa memang belum membumi, baru sebatas untuk pemakaian histori, pendidikan, dekorasi belum masif digunakan sebagai alat komunikasi. "Tentu hal ini menjadi permasalahan kita bersama. Untuk itu, Srimulyo sebagai bagian kecil dari nusantara hadir dan berkomitmen untuk membumikan aksara tersebut, salah satunya dengan Kamis Aksara. Konsensus bersama di lingkungan Pemerintah Kalurahan Srimulyo untuk berkomunikasi secara tulisan menggunakan aksara jawa dan mulai menulis website dengan aksara Jawa", ujar Nurjayanto, Carik Srimulyo.

Berikut beberapa contoh impelementasi pembumian aksara Jawa yang dilakukan oleh Kalurahan Srimulyo melalui Kamis Aksara :

https://srimulyo-bantul.desa.id/artikel/2021/7/15/kamis-aksara-bekali-relawan-padukuhan-srimulyo-gelar-tiga-jenis-pelatihan-penanganan-krisis-covid

https://srimulyo-bantul.desa.id/artikel/2021/7/8/kamis-aksara-akeditasi-desa-budaya-selangkah-lagi-srimulyo-naik-kelas-menjadi-desa-budaya

https://srimulyo-bantul.desa.id/artikel/2021/6/17/kamis-aksara-jadwal-kegiatan-pengisian-lowongan-pamong-kalurahan-srimulyo-jabatan-dukuh-kabregan

https://srimulyo-bantul.desa.id/artikel/2021/6/10/kamis-aksara-serah-terima-bantuan-masker-ke-kalurahan-srimulyo-sebanyak-5000-masker-oleh-polres-ba

https://srimulyo-bantul.desa.id/artikel/2021/6/3/rembug-stunting-strategi-konvergensi-penanggulangan-dan-pencegahan-stunting-kalurahan-srimulyo-1

(Foto: Inoeng, Kontributor:Je)

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image