Berita Desa

Lestarikan Tradisi Jawa, Petani Bintaran Wetan Gelar Upacara Adat Wiwitan

08 Februari 2023
Administrator
Dibaca 841 Kali
Lestarikan Tradisi Jawa, Petani Bintaran Wetan Gelar Upacara Adat Wiwitan

Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Wiwitan adalah ritual persembahan tradisional masyarakat Jawa sebelum panen padi dilakukan. Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan YME yang telah menumbuhkan padi sebelum panen. Disebut sebagai ‘wiwitan’ karena arti ‘wiwit’ adalah ‘mulai’, memotong padi sebelum panen diselenggarakan. Bumi bagi orang Jawa dianggap sebagai saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan. Tradisi wiwitan ini sudah ada sejak sebelum agama-agama masuk ke tanah Jawa. Memasuki musim panen, petani didaerah pedesaan banyak yang melakukan ritual wiwitan salah satunya di Padukuhan Bintaran Wetan Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul yang terus melestarikan adat tradisi ini.

 

Prosesi wiwitan atau metik pari ini dilaksanakan pada Selasa (07/02) yang dipimpin R. Bambang Nursinggih SSn dan Bergada Sekar Pangawikan. Bergerak dari destinasi wisata Kebon Empring menuju persawahan melewati jalan dusun Bintaran. Selama prosesi dibacakan kidung, gurit dan puja doa mantra. Di belakang Bergada Sekar Pangawikan berbaris para ibu dan diikuti warga masyarakat.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Djaja SS MPd , Ketua Kalurahan Budaya Srimulyo beserta pendamping kalurahan budaya ,Pamong Srimulyo, Ketua Kelompok Tani Bintaran Wetan dan masyarakat Bintaran Wetan. Menurut Wahjudi Djaja SS MPd upaya mandiri penuh keswadayaan para petani Bintaran patut diapresiasi dan didukung oleh stake holder terkait.

 

“Jika tak ingin bangsa agraris ini tak kehilangan ruh, maka tak ada pilihan selain berjuang bersama petani menghidupkan budaya agraris seperti mapak banyu, wiwit angler, metik pari sambil terus merawat budaya gotong royong,” tandasnya.

 

Sedangkan Dukuh Bintaran Wetan Ediana menyambut baik digelarnya upacara adat metik pari ini. “Yang jelas kami warga Bintaran Wetan hari ini sangat berbahagia. Ini tak pernah disangka. Maka harapan kami agar bisa diadakan kembali di tahun-tahun depan agar bisa meriah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

 

Masyarakat sangat antusias menyaksikan prosesi budaya tersebut terlihat banyaknya masyarakat disepanjang jalan bahkan banyak warga yang mengikuti di belakang bergada. Setelah prosesi wiwitan dilanjutkan dengan dhahar kembul bujana atau makan bersama di sepanjang jalan tepi sawah. Makanan yang disajikan berupa nasi putih, sayur kothok,  ayam ingkung, telur rebus, dan sambel gepeng. Kemudian acara ditutup dengan sarasehan.

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image