Rangkaian Acara Merti Dusun di Beberapa Padukuhan di Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Merti Dusun di beberapa padukuhan Kalurahan Srimulyo pada Minggu (31/8). Tradisi tahunan sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya Jawa ini digelar serentak di tiga lokasi, yaitu Padukuhan Ngijo Jombor, Sandeyan, serta Kring Bintaran yang terdiri dari Kradenan, Cikal, Bintaran Kulon, dan Bintaran Wetan. Kegiatan ini dihadiri oleh PLT Lurah Srimulyo, Pamong dan Staf Kalurahan Srimulyo, Dukuh masing-masing Padukuhan, Perwakilan Kapanewon, Polsek, serta Koramil Piyungan.
Rangkaian acara diawali dengan kirab jodhang, yaitu arak-arakan gunungan yang berisi hasil bumi dan jodhang yang dibawa berkeliling dusun. Warga dari berbagai kalangan antusias mengikuti prosesi ini, menampilkan semangat gotong royong serta rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan. Iringan kirab yang meriah menambah khidmat acara dan memperlihatkan kekompakan masyarakat. Seluruh masyarakat yang terlibat menggunakan pakaian adat jawa.
Setelah kirab, masyarakat berkumpul dalam kendhuri akbar yang dipimpin tokoh adat dan agama. Doa bersama dipanjatkan demi keselamatan, ketenteraman, serta kemakmuran warga dusun. Suasana penuh keakraban kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, di mana seluruh warga tanpa membedakan usia maupun status duduk sejajar menikmati hidangan sebagai simbol persatuan.
PLT Lurah Srimulyo, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa merti dusun merupakan sarana menjaga jati diri masyarakat melalui pelestarian tradisi leluhur. “Tradisi ini bukan hanya wujud syukur, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan masyarakat Srimulyo. Kami berkomitmen untuk terus melestarikan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Pelaksanaan merti dusun secara serentak di Ngijo Jombor, Sandeyan, dan Kring Bintaran ini semakin mempertegas semangat guyub rukun, nguri-uri budaya, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian penting dari identitas Kalurahan Srimulyo. Acara ditutup setelah warga melakukan rayahan gunungan dan jodhang. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)