Jamasan Pusaka di Padukuhan Prayan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Selasa (6/8) di Padukuhan Prayan Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan di adakan Tradisi Jamasan Pusaka . Hadir dalam kegiatan tersebut Pamong Srimulyo, Pendamping Budaya Srimulyo, Ketua Kalurahan Budaya Srimulyo, Pegiat Budaya di Srimulyo dan peserta yang mengikuti jamasan. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
Jamasan pusaka berasal dari bahasa Jawa kromo inggil (tingkatan tertinggi dalam bahasa Jawa) 'Jamas' yang berarti cuci, membersihkan, atau mandi. Sedangkan kata 'Pusaka' menjadi sebutan bagi benda-benda yang dikeramatkan atau dipercaya memiliki kekuatan tertentu
Acara Jamasan Pusaka biasanya diadakan secara berkala, setahun pada bulan Suro (Penanggalan Jawa) . Masyarakat Kalurahan Srimulyo mempercayai bahwa dengan melakukan Jamasan Pusaka, mereka dapat memperbarui energi atau kekuatan magis dari pusaka-pusaka tersebut, serta menjaga agar pusaka-pusaka tersebut tetap terjaga dan terawat dengan baik.
Selama acara Jamasan Pusaka, masyarakat akan berkumpul dalam sebuah prosesi adat yang dipimpin oleh sesepuh atau tokoh-tokoh adat setempat. Mereka akan membersihkan, melakukan persembahan, dan memberikan penghormatan kepada pusaka-pusaka tersebut. Acara ini juga diiringi dengan doa bersama sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Benda-benda peninggalan yang dibersihkan dalam ritual jamasan pusaka antara lain keris, tombak, gamelan dan berbagai peralatan upacara. Masyarakat Jawa meyakini bahwa jamasan pusaka menjadi cara untuk menghargai secara penuh peninggalan nenek moyangnya. Dalam ritual jamasan pusaka, benda-benda peninggalan akan dicuci menggunakan warangan. Warangan adalah larutan kimia yang berasal dari perpaduan jeruk nipis dengan serbuk batu warang
Tradisi Jamasan Pusaka di Kalurahan Srimulyo tidak hanya sebagai kegiatan ritual semata, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan dan mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Dengan melibatkan generasi muda dalam acara Jamasan Pusaka, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal dan kecintaan terhadap warisan budaya tetap terjaga dan terus dihargai oleh masyarakat setempat. (Foto : Wajimin, Kontributor: Imana)