Berita Desa

Pengetan Pitu Sanga Hari Jadi ke-79, Kalurahan Srimulyo Kukuhkan Semangat “Mak Jengirat Mak Nyat”

10 Oktober 2025
Administrator
Dibaca 102 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Pemerintah Kalurahan Srimulyo menggelar Pengetan Pitu Sanga yang merupakan agenda penringatan Hari Jadi Kalurahan Srimulyo ke-79 pada Rabu (9/10) di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lembaga kemasyarakatan.

Acara dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul, Afif Umahatun, S.H., M.Kn., Panewu Piyungan, Forkompimkap, Lurah Srimartani, Lurah Sitimulyo, PLT Lurah Srimulyo, Bamuskal, Pamong dan Staf Kalurahan Srimulyo, keluarga lurah purna tugas, pamong purna tugas, lembaga kemasyarakatan, Tim Abdi Dalem Enterprise, serta tokoh masyarakat dari seluruh padukuhan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Desa Srimulyo, yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Nurjayanto, S.T., PLT Lurah Srimulyo. Dalam sambutannya, ia mengangkat tagline Hari Jadi ke-79 Srimulyo, yakni “Mak Jengirat Mak Nyat”.

“Dalam perjalanan hidup, manusia kerap dihadapkan pada kejutan yang datang tanpa diduga. Ada saat kita terhentak, terperanjat, dan seolah waktu berhenti — itulah mak jenggirat. Namun kearifan mengajarkan bahwa keterkejutan hanyalah sekejap. Jauh lebih penting adalah keberanian untuk bangkit kembali, menata langkah, dan melanjutkan kehidupan dengan keteguhan hati — itulah mak nyat,” tutur Nurjayanto. Ia juga berharap agar Kalurahan Srimulyo semakin maju, lebih baik di masa mendatang, serta senantiasa mendapat kekuatan dan kesehatan dalam memajukan wilayah bersama seluruh pamong dan masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh PLT Kepala DPMK Bantul, Afif Umahatun, S.H., M.Kn. yang memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih Kalurahan Srimulyo. “Kalurahan Srimulyo telah menunjukkan capaian membanggakan, mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk memajukan Srimulyo lebih baik lagi,” ungkap Afif.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pemimpin terdahulu, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada lurah-lurah Srimulyo terdahulu. Penghargaan pertama diberikan kepada ahli waris dari lurah pertama Kalurahan Srimulyo, Cokro Subroto (1946–1950), yang diterima oleh Abdul Kahar. Penghargaan kedua diberikan kepada ahli waris lurah kedua, Ahmad Sahid (1950–1965), yang diterima oleh Sri Sumarsih. Selanjutnya penghargaan diberikan kepada ahli waris lurah ketiga, Prapto Raharjo (1965–1993), yang diterima oleh Hendro Budi Nugroho. Terakhir, penghargaan diberikan kepada ahli waris lurah keempat, Tupardiyono (1993–2013), yang diterima oleh istrinya, Sri Mulyati.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kapanewon Piyungan, Choirul Amin, M.H., sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kalurahan Srimulyo hingga usia ke-79. Momen sakral berikutnya ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T., yang kemudian diserahkan kepada Ketua Bamuskal, Sudaryanto, S.Pd.I., sebagai simbol kemitraan dan sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.

Sebagai penutup, dilaksanakan prosesi penyerahan wayang oleh Pemerintah Kalurahan Srimulyo kepada Ki Dhalang Kenci Wisnu Aji, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit. Seluruh tamu undangan menikmati suguhan seni tradisi tersebut sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh pemerintah kalurahan. Pagelaran wayang berlangsung meriah hingga dini hari, Kamis (10/10) pukul 03.00 WIB, menutup rangkaian acara Pengetan Pitu Sanga dengan penuh rasa syukur, kebersamaan, dan semangat menjaga warisan budaya leluhur. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: