Berita Desa

Tari Khas Srimulyo “Gandhewa Kencana” Warnai Pentas Seni Selasa Wagen di Teras Malioboro

14 Oktober 2025
Administrator
Dibaca 107 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Kalurahan Srimulyo turut ambil bagian dalam agenda Pentas Seni Selasa Wagen yang digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (14/10) di Amphitheater Teras Malioboro 1 Beskalan. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan budaya dari berbagai kalurahan di seluruh wilayah DIY. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, melainkan juga pertemuan lintas generasi, lintas wilayah, dan lintas nilai tradisi. Dengan latar kawasan Teras Malioboro yang memang menjadi sentra UMKM dan ekonomi kreatif, agenda ini semakin semarak dengan pertunjukan seni dari 10 kelompok seni kalurahan budaya se-DIY yang tampil di panggung utama Amphitheater Beskalan.

Dalam kesempatan tersebut, Srimulyo menampilkan tari khas kalurahan Srimulyo berjudul “Gandhewa Kencana”, yang memukau penonton dengan perpaduan keanggunan dan semangat budaya lokal. Tari Gandhewa Kencana merupakan karya orisinal masyarakat Srimulyo yang lahir dari rahim tanah subur kebudayaan setempat. Nama “Gandhewa” berarti busur yang melambangkan kekuatan, sedangkan “Kencana” berarti emas yang menggambarkan kemuliaan dan keunggulan. Keduanya berpadu menjadi simbol harapan bahwa dari Srimulyo akan terus lahir generasi emas yang menjaga marwah budaya dan menyalakan semangat kebangsaan.

Karya ini berakar pada gaya tari klasik Yogyakarta namun dikreasikan dengan nuansa kekinian, mencerminkan perpaduan antara keanggunan masa lampau dan semangat juang masa kini. Melalui program BKK Desa Mandiri Budaya yang didanai Dana Keistimewaan Tahun 2025, Gandhewa Kencana tidak hanya menjadi bentuk ekspresi seni masyarakat, tetapi juga telah ditetapkan sebagai Tari Khas Kalurahan Srimulyo.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., menyampaikan bahwa Pentas Seni Selasa Wagen bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang pemberdayaan budaya dari akar masyarakat. “Ini bagian dari strategi pelestarian sekaligus promosi yang efektif. Kalurahan budaya perlu kita dukung agar mereka tetap hidup, berkembang, dan dikenal lebih luas. Ruang seperti Selasa Wagen adalah jembatan antara komunitas budaya dengan publik,” tegasnya.

Melalui penampilan Tari Gandhewa Kencana, Kalurahan Srimulyo berhasil menunjukkan jati diri sebagai kalurahan yang berdaya budaya, sejalan dengan predikat Desa Mandiri Budaya yang disandangnya. Karya tersebut tidak hanya menjadi ekspresi seni, tetapi juga simbol semangat masyarakat Srimulyo dalam melestarikan warisan leluhur. Dari panggung Selasa Wagen di jantung kota Yogyakarta, gema budaya Srimulyo pun menggema lebih luas, membawa pesan bahwa kebudayaan adalah jiwa masyarakat dan identitas yang perlu dirawat bersama. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: