Rakor Rutin Pamong Bahas Persiapan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Pemerintah Kalurahan Srimulyo terus mematangkan persiapan menjelang Hari Jadi Kalurahan ke-79 yang akan diperingati pada 10 Oktober 2025. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi rutin pamong kalurahan yang digelar pada Jumat (3/10) di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS) pukul 09.00 WIB. Rapat dihadiri oleh seluruh pamong dan perangkat kalurahan, serta difokuskan untuk merancang konsep peringatan hari jadi agar lebih bermakna dan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa peringatan tahun ini akan dikemas secara istimewa dan kolaboratif, dengan menghadirkan beragam kegiatan budaya, ekonomi, dan hiburan rakyat. Rangkaian kegiatan meliputi ziarah makam pamong terdahulu, doa bersama, serta pementasan wayang kulit yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2025. Selain itu akan dilaksanakan proyek kolaboratif lintas sektor bersinergi bersama Abdi Dalam Enterprise berupa Festival Budaya dan Pesta Rakyat dengan nama kegiatan SELIKUR "Manunggaling Kawula Lan Tradisi" yang akan digelar selama tiga pekan penuh, mulai 17 Oktober hingga 8 November 2025 di kawasan Gerbang Madu Srimulyo.
Dalam arahannya, Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T., menekankan bahwa peringatan Hari Jadi bukan sekadar acara tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan rasa persatuan, memperkuat jati diri, dan menggali potensi budaya lokal. “Hari Jadi Kalurahan bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk meneguhkan persatuan, menumbuhkan rasa memiliki, serta menggali potensi budaya yang kita miliki,” ujar Nurjayanto di hadapan para pamong.
Festival SELIKUR tahun ini mengusung semangat “Budaya Dilestarikan, Ekonomi Diberdayakan, Keluarga Terhibur.” Festival ini dirancang bukan hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai ekosistem kreatif yang menggabungkan pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, dan rekreasi keluarga dalam satu ruang kebersamaan. Melalui kolaborasi antara pelaku UMKM, seniman, dan warga, SELIKUR diharapkan menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus sarana promosi potensi lokal Srimulyo. Berbagai penampilan seni tradisional akan mewarnai festival ini, seperti karawitan, tari tradisional, keroncong, hadroh, campursari, gejog lesung, hingga bergodo. Pengunjung juga akan disuguhi kuliner khas Srimulyo dan beragam wahana rekreasi keluarga. Festival terbuka untuk umum dengan gratis biaya masuk ke area utama, kecuali untuk wahana dan booth tertentu.
Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan pukul 10.00 WIB dengan Rapat Anggota Koperasi Merah Putih di lokasi yang sama. Agenda rapat koperasi membahas laporan keuangan, evaluasi kinerja, serta rencana program kerja tahun berikutnya. Koperasi Merah Putih berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah kalurahan dalam memperkuat ekonomi warga melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan usaha kecil.
Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Srimulyo ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan warga dalam membangun kalurahan yang mandiri, berbudaya, dan berdaya saing. Melalui semangat kebersamaan, Srimulyo ingin menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kekayaan budaya dan semangat masyarakatnya. Menutup arahannya, PLT Lurah Srimulyo menyampaikan makna tagline hari jadi tahun ini, yakni “Mak Jenggirat Mak Nyat.” Tagline "Mak Jenggirat" bermakna ada saat kita terhentak, terperanjat, dan seolah waktu berhenti. Sedangkan "Mak Nyat" mengandung makna bahwa keterkejutan hanyalah sekejap. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk bangkit kembali, menata langkah, dan melanjutkan kehidupan dengan keteguhan hati,” pungkasnya.
(Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)