Berita Desa

Kunjungan Pemerintah Desa Taman Bali : Jajaki Pengelolaan Desa Digital Berkelanjutan

16 Mei 2025
Administrator
Dibaca 293 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Pemerintah Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Bandung, Provinsi Bali, melakukan kunjungan kerja ke Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh 60 orang pada Jumat (16/05). Kunjungan ini merupakan bagian dari program studi banding guna mempelajari praktik terbaik dalam tata Kelola pemerintahan dan asset desa digital yang telah diterapkan secara berhasil di Kalurahan Srimulyo.

 

Rombongan dari Desa Taman Bali yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Taman Bali disambut hangat oleh Carik Srimulyo beserta jajaran perangkat desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Taman Bali menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menggali inspirasi dan pengetahuan baru dalam upaya memajukan tata kelola pemerintahan dan asset desa digital yang dimiliki desanya.

 

“Desa Srimulyo menjadi contoh nyata bagaimana semangat gotong royong dan pengelolaan yang terarah mampu menjadikan desa memiliki tata Kelola pemerintahan dan asset desa digital. Kami ingin belajar langsung dari praktik-praktik yang sudah terbukti berhasil,” ujarnya.

 

Agenda kunjungan meliputi presentasi profil Kalurahan Srimulyo, tata kelola pemerintahan dan asset desa digital serta sesi diskusi terbuka mengenai tantangan dan strategi pengembangan tata kelola pemerintahan secara digital.

 

Nurjayanto, S.T. selaku Carik Srimulyo dalam paparannya menyampaikan bahwa keberhasilan Desa Srimulyo dalam mengembangkan tata Kelola pemerintahan dan asset desa digital tidak lepas dari peran aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Ia juga menjelaskan bahwa desa ini memiliki beberapa prestasi dan penghargaan dari Tingkat kabupaten hingga internasional. Hal ini sebagai bentuk pengakuan atas inovasi dan konsistensi pengelolaan pemerintahan dan asset desa digital yang berkelanjutan.

 

“Yang utama bukan hanya membangun pengelolaan desa secara digital, tetapi membangun keterlibatan warga dan menjaga keaslian budaya serta lingkungan,” kata Carik Srimulyo.

 

Kunjungan ditutup dengan pertukaran cinderamata dan dokumentasi bersama. Kedua pihak menyampaikan komitmen untuk menjalin komunikasi berkelanjutan dan menjajaki peluang kerja sama di masa depan, termasuk kemungkinan kunjungan balasan atau kolaborasi dalam kegiatan pelatihan antar desa.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan antar desa dari dua provinsi yang berbeda budaya namun memiliki semangat yang sama dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: