Perangkat Desa Belok Studi Tiru Tata Kelola Pemerintahan, Aset Desa, dan Desa Digital di Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Kalurahan Srimulyo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kalurahan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif, kembali menjadi tujuan studi tiru perangkat desa dari berbagai daerah. Pada kesempatan kali ini, rombongan perangkat Desa Belok, Kecamatan Petang, Kabupaten Bandung, Bali, berkunjung ke Kalurahan Srimulyo untuk mendalami secara langsung praktik tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan aset desa, hingga implementasi desa digital pada Rabu (20/8).
Kunjungan yang berlangsung di Balai Kalurahan Srimulyo tersebut disambut hangat oleh jajaran pamong Kalurahan Srimulyo. Suasana akrab dan penuh semangat terlihat sejak awal acara, ketika kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar penyelenggaraan pemerintahan desa. Dalam sambutannya, perwakilan Kalurahan Srimulyo menyampaikan bahwa keterbukaan informasi, transparansi, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan tata kelola pemerintahan desa di wilayahnya.
Dalam sambutannya, PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T. menyampaikan bahwa keterbukaan informasi, transparansi, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan tata kelola pemerintahan desa di wilayahnya.
“Kami selalu berusaha melibatkan masyarakat dalam setiap proses perencanaan hingga pelaksanaan program. Transparansi bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan agar masyarakat percaya dan turut mendukung,” jelasnya
Selain itu, pengelolaan aset desa juga menjadi salah satu topik penting dalam diskusi. Kalurahan Srimulyo memaparkan bagaimana aset desa dapat dikelola secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pemanfaatan tanah kas desa, kerja sama dengan pihak ketiga, maupun pengembangan unit usaha desa yang berorientasi pada kebutuhan warga. Sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel dipandang mampu meminimalisasi potensi permasalahan serta memastikan hasilnya kembali kepada masyarakat.
Hal lain yang tidak kalah menarik bagi rombongan Desa Belok adalah penerapan desa digital di Kalurahan Srimulyo. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pelayanan administrasi dapat diakses lebih cepat, efisien, dan terbuka. Digitalisasi pelayanan publik ini mencakup pengarsipan data, pelayanan surat menyurat secara online, hingga penggunaan aplikasi khusus untuk memudahkan komunikasi antara pemerintah desa dan warga. Kehadiran desa digital menjadi salah satu wujud nyata transformasi pelayanan publik yang adaptif dengan perkembangan zaman, tanpa mengurangi kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
“Dengan desa digital, warga bisa mengurus layanan administrasi tanpa harus menunggu lama. Semua data terdokumentasi rapi, dan pelayanan jadi lebih transparan,” imbuh PLT Lurah.
Rombongan perangkat Desa Belok memberikan apresiasi tinggi atas sambutan yang ramah serta keterbukaan dalam berbagi pengalaman yang ditunjukkan oleh jajaran pamong Kalurahan Srimulyo. Mereka menilai bahwa Kalurahan Srimulyo berhasil menyeimbangkan antara pelestarian nilai-nilai lokal dengan inovasi modern dalam pemerintahan desa. Hal inilah yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi Desa Belok untuk mengadopsi dan menyesuaikan praktik-praktik baik tersebut sesuai dengan kondisi di wilayah mereka.
“Kami merasa sangat terbantu dengan penjelasan yang detail dari Kalurahan Srimulyo. Banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama tentang desa digital dan pengelolaan aset. Harapannya, praktik baik ini bisa kami terapkan di Desa Belok sesuai dengan kondisi kami,” ungkap salah satu perangkat Desa Belok.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar sebagai ajang belajar, namun juga mempererat hubungan antarwilayah dalam kerangka kerja sama pembangunan desa. Dengan terjalinnya komunikasi dan pertukaran pengetahuan, diharapkan Desa Belok dapat mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pengelolaan aset yang lebih produktif, serta mendorong terwujudnya desa digital di Kecamatan Petang, Kabupaten Bandung.
Melalui kegiatan semacam ini, Kalurahan Srimulyo kembali menegaskan perannya sebagai laboratorium praktik pemerintahan desa yang inspiratif, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi kemajuan desa-desa di Indonesia. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)