Berita Desa

Merti Dusun Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi di Padukuhan Plesedan

10 Mei 2026
Administrator
Dibaca 55 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Warga Padukuhan Plesedan RT 03, Kalurahan Srimulyo, menggelar kegiatan Merti Dusun pada Minggu (10/5) sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan tradisi dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Sejak pagi hari, warga tampak bergotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Mulai dari penataan lokasi, persiapan kenduri, hingga perlengkapan kegiatan budaya dilakukan bersama-sama dengan penuh kekompakan. Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Acara Merti Dusun tersebut turut dihadiri oleh PLT Lurah Srimulyo beserta jajaran Kasi dan Kaur Kalurahan Srimulyo. Kehadiran pemerintah kalurahan menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat yang masih menjaga tradisi adat sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah kalurahan juga menyampaikan pentingnya menjaga budaya sebagai warisan luhur yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat sebagai ungkapan syukur atas keselamatan, kesehatan, serta hasil rezeki yang diterima masyarakat. Doa bersama juga menjadi harapan agar warga Padukuhan Plesedan senantiasa diberikan kerukunan, kedamaian, dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri warga yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur. Berbagai hidangan yang dibawa masyarakat disajikan dan dinikmati bersama-sama dalam suasana penuh keakraban. Tradisi kenduri ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga. Selain itu, kegiatan Merti Dusun juga diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, baik orang tua, pemuda, maupun anak-anak yang ikut memeriahkan acara. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya tersebut menjadi langkah positif dalam menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dukuh Plesedan, Tulus Budi Wiratno menyampaikan bahwa kegiatan Merti Dusun bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya daerah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga semakin rukun, kompak, dan tetap menjaga tradisi yang sudah diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan Merti Dusun Padukuhan Plesedan RT 03 ini, diharapkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi seperti ini juga menjadi pengingat bahwa budaya lokal merupakan kekayaan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi zaman. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

Bagikan artikel ini: