Berita Desa

Rakor Pamong Kalurahan Srimulyo Bahas Perubahan APBKal, Pengembangan Agro Wisata, hingga Progres DMB

18 Mei 2026
Administrator
Dibaca 36 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Pemerintah Kalurahan Kalurahan Srimulyo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pamong Kalurahan pada Senin (18/5) di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS). Rakor diikuti oleh jajaran pamong kalurahan dan dukuh se-Kalurahan Srimulyo sebagai forum koordinasi rutin untuk membahas berbagai program, evaluasi kegiatan, hingga pengembangan potensi wilayah di Kalurahan Srimulyo. Dalam arahannya, Nurjayanto, S.T selaku Carik Srimulyo menyampaikan permohonan maaf karena PLT Lurah Srimulyo belum dapat mendampingi kegiatan rakor lantaran menghadiri agenda kedinasan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sejumlah informasi penting terkait pelaksanaan pemerintahan dan kondisi keuangan desa di tahun 2026.

Carik Srimulyo menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan perubahan APBKal non reguler yang berkaitan dengan kegiatan wajib yang perlu disesuaikan. Selain itu, dibahas pula mengenai Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reformasi yang telah selesai diverifikasi oleh pemerintah kabupaten hingga provonsi. Terkait penghasilan tetap (siltap), penyesuaian masih mengacu pada Peraturan Bupati sembari menunggu penyesuaian peraturan pemerintah terbaru. Disampaikan pula bahwa honorarium tenaga honorer dianggarkan dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan bukan berasal dari Dana Desa.

Dalam pembahasan Program Danais Mandiri Budaya (DMB), disampaikan bahwa realisasi kegiatan telah mencapai sekitar 50 persen. Meski kondisi keuangan Dana Desa diperkirakan akan tersisa sekitar Rp373 juta, pemerintah kalurahan tetap berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pamong, termasuk memberikan dukungan pembiayaan bagi pamong yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan sesuai prosedur yang berlaku.

Carik Srimulyo juga menyoroti potensi pengembangan agro wisata di Srimulyo yang dinilai sangat baik apabila dikembangkan secara tematik. Menurutnya, tidak semua padukuhan memiliki potensi wisata alam, namun pengembangan UMKM dapat menjadi solusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menilai UMKM di Srimulyo masih perlu didorong agar dapat berkembang dan berkolaborasi dengan sektor wisata desa.

“Desa wisata di Srimulyo sangat banyak potensinya sampai terkadang bingung mana yang akan dimunculkan terlebih dahulu. Karena itu perlu pengembangan yang terarah dan kolaboratif,” ungkapnya dalam rakor tersebut.

Dukuh Prayan, Margiyanto, dalam kesempatan itu menyampaikan laporan terkait proyek sumur yang debit airnya masih sangat kecil. Dari hasil uji coba, sumur tersebut hanya mampu menghasilkan sekitar 500 meter kubik air per hari. Ia menjelaskan bahwa pengeboran menggunakan metode geo listrik dengan kedalaman sekitar 20 meter, namun semakin dalam justru debit air semakin kecil. Selain itu, dirinya juga menyampaikan hasil studi banding ke kebun jambu yang dinilai dapat menjadi inspirasi pengembangan wisata agro di Srimulyo. Sementara itu, Lulut Triyono menyatakan dukungannya terhadap pengembangan agro wisata dan peningkatan pendidikan bagi pamong. Dukungan serupa juga muncul dari berbagai peserta rakor yang menilai pengembangan potensi lokal perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dari bidang Ulu-Ulu, Reza Fajar Pratama, S.T. menyampaikan agar pekerjaan pengeboran air tidak langsung diterima sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pekerjaan. Ia juga menyampaikan bahwa program PPBMP bidang ulu-ulu telah mulai terealisasi dan sebagian bantuan seperti tiker telah didistribusikan kepada masyarakat, sementara program lainnya masih dalam proses pelaksanaan. Supriyanto, Dukuh Kaligatuk menambahkan bahwa apabila dalam pelaksanaan proyek pihak pemborong hanya mengejar kuantitas, maka kualitas pekerjaan harus tetap dicari solusinya bersama instansi terkait. Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan rakor ke depan dimulai pukul 09.00 WIB secara tepat waktu.

Dukuh Sandeyan, Ariez Nur Hidayat, menyampaikan bahwa undangan rapat di kapanewon terkait bantuan sosial akan diwakili oleh Ketua Pandu. Ia juga meminta masukan terkait berbagai kendala penanganan bansos di lapangan. Selain itu, dirinya mengajak seluruh wilayah untuk mulai memetakan potensi yang dapat dijual dan dikembangkan menjadi paket wisata menarik melalui Pokdarwis maupun UMKM. Sugeng Widoyo, S.Pd.I, Kaur Tata Laksana turut mengingatkan agenda senam lintas sektor yang akan dilaksanakan pada 22 Mei mendatang dan meminta seluruh pamong dapat hadir. Ia juga menyampaikan agar proses administrasi, termasuk penandatanganan dokumen menjelang pencairan gaji, dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Sementara itu, Ediana selaku Dukuh Bintaran Wetan menyampaikan sejumlah potensi wisata budaya yang tengah dikembangkan di beberapa wilayah Srimulyo. Di antaranya Batik Ekopin dan pembangunan Kampung Tradisi Sunan Geseng di Jolo, serta kawasan peternakan sapi perah di Kradenan yang diarahkan menjadi kampung wisata sesuai identitas wilayah masing-masing. Ia juga berharap kegiatan studi banding maupun kunjungan tamu dapat dikaitkan dengan penawaran paket wisata serta produk-produk UMKM lokal.

Masukan lain disampaikan oleh Tiyas Santoso, S.E. selaku Kasi Kamituwa terkait parkir truk di tikungan jalan yang dinilai mengganggu ketertiban dan keselamatan. Ia berharap pemerintah desa dapat bersinergi dengan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Selain itu, dirinya juga menyoroti destinasi wisata yang sebelumnya telah memperoleh bantuan dana agar dapat memberikan kontribusi terhadap PADes. Dalam setiap kunjungan wisata maupun kegiatan desa, ia berharap unsur budaya seperti karawitan tetap ditampilkan sebagai identitas budaya Srimulyo.

Tulus Budi Wiratno juga menyampaikan persoalan batas wilayah antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang masih memerlukan dukungan penyelesaian dari berbagai pihak. Rakor Pamong Kalurahan Srimulyo kemudian ditutup dengan pembacaan hamdallah. Di akhir kegiatan juga disampaikan informasi bahwa pada Minggu mendatang akan digelar pentas jathilan di kawasan GBL sebagai bagian dari kegiatan seni dan budaya masyarakat. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: