Komisi C DPRD DIY Tinjau Permasalahan Infrastruktur di Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kunjungan dalam daerah ke Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, pada Senin (3/11). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait permasalahan bangket Sungai Kali Buntung Payak Wetan dan rehabilitasi total Jembatan Onggopatran yang dinilai perlu segera mendapatkan perhatian.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS) tersebut dihadiri oleh Koordinator Komisi C DPRD DIY, Pimpinan dan Anggota Komisi C DPRD DIY, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Bantul, Perwakilan Kapanewon Piyungan, PLT Lurah Srimulyo, pamong dan staf kalurahan, Dukuh Payak Wetan dan Onggopatran, serta tokoh masyarakat dari kedua padukuhan tersebut.
Dalam sambutannya, PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Komisi C DPRD DIY yang telah merespons cepat aduan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa persoalan infrastruktur yang bersifat darurat dan perlu segera ditangani. “Kami berharap dukungan dan tindak lanjut dari Komisi C DPRD DIY terhadap sejumlah permasalahan lingkungan di Kalurahan Srimulyo. Pertama, permasalahan bangket Sungai Kali Buntung di Padukuhan Payak Wetan, kedua permohonan rehabilitasi total Jembatan Onggopatran, ketiga sumur bor tanah tadah hujan untuk pertanian di Payak Tengah, dan terakhir penanganan batu longsor di Jalan Industri Piyungan,” ujar Nurjayanto.
Ia menambahkan bahwa kedua permasalahan utama tersebut telah diajukan secara resmi melalui surat permohonan. Dalam surat tersebut, Kalurahan Srimulyo menyampaikan kondisi darurat pada Sungai Kali Buntung Payak Wetan, di mana tebing sungai yang masih berupa tanah berpotensi longsor dan mengancam hunian 14 kepala keluarga di sekitar lokasi. Sementara itu, Jembatan Onggopatran dilaporkan mengalami kerusakan struktural parah, dengan kondisi pembesian keropos dan plat beton retak yang sewaktu-waktu dapat roboh.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom., menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Srimulyo agar dapat diprioritaskan dalam pembahasan anggaran daerah. “Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kami berharap, permasalahan Bangket Sungai Kali Buntung dan Jembatan Onggopatran dapat segera ditangani secara menyeluruh dan memang layak untuk direalisasikan anggarannya dalam waktu dekat,” ungkap Nur Subiyantoro.
Dalam sesi tanya jawab, para tokoh masyarakat juga turut menyampaikan berbagai aspirasi lain terkait perbaikan infrastruktur dan mitigasi bencana. Beberapa di antaranya menyoroti kebutuhan sumur bor pertanian di wilayah tadah hujan serta penanganan batu longsor yang kerap mengganggu akses Jalan Industri Piyungan, terutama saat musim hujan tiba.
Kunjungan Komisi C DPRD DIY ini turut dihadiri oleh pejabat teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Dinas PUP-ESDM DIY, dan Dinas PUPKP Kabupaten Bantul. Melalui forum tersebut, ketiga instansi menyatakan siap bersinergi dalam menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan sesuai kewenangan masing-masing. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan menjadi solusi komprehensif untuk memperkuat infrastruktur desa dan meminimalkan risiko bencana lingkungan di Srimulyo.
PLT Lurah Srimulyo menegaskan bahwa pemerintah kalurahan akan terus mendukung proses administratif dan teknis agar percepatan pembangunan dapat segera terlaksana. “Kami siap bersinergi dan menindaklanjuti setiap hasil rekomendasi dari Komisi C DPRD DIY. Harapan kami, langkah hari ini menjadi awal dari realisasi konkret dalam memperbaiki keamanan dan kenyamanan masyarakat Srimulyo,” pungkas Nurjayanto. (Foto: Imana, Kontributor: Vera)