Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Gempol Belajar Tata Kelola Pemerintahan di Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Pemerintah Kalurahan Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima kunjungan rombongan Kepala Desa dan perangkat desa se-Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dalam kegiatan bertajuk "Sinau Bareng Tata Kelola Pemerintahan Desa, Aset Desa, dan Desa Digital" pada Senin (5/7). Kunjungan yang diselenggarakan di Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS) ini diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari Desa Palimana Barat, Cupang, Walahar, Cikeusal, Kempek, Gempol, Kedungbunder, dan Desa Winong.
Kegiatan ini merupakan bagian dari studi tiru dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan aset, tata kelola yang transparan dan partisipatif, serta pemanfaatan teknologi menuju desa digital.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Camat Gempol, diterima oleh Lurah Srimulyo, Drs. Wajiran, bersama jajaran perangkat kalurahan. Dalam sambutannya, Lurah Srimulyo menyampaikan bahwa keterbukaan informasi, pengelolaan aset berbasis data, serta digitalisasi pelayanan publik merupakan fokus utama Kalurahan Srimulyo dalam mendorong kemajuan desa.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi praktik baik yang telah kami lakukan, terutama dalam hal digitalisasi layanan, pemetaan aset desa, dan tata kelola keuangan yang akuntabel,” ujar Drs Mas Lurah Joyomulyomintarjo.
Selanjutnya pemaparan materi pada kunjungan kali ini disampaikan oleh Carik Srimulyo yaitu Nurjayanto, S.T. dan Afif Umahatun, S.H., M.Kn. dari Dinas PMK Kabupaten Bantul. Sementara itu, Camat Gempol, Sri Darmanto, S.Sos., M.P., S.Sp. menyatakan apresiasinya atas penerimaan yang hangat serta pembelajaran yang didapat. Ia berharap para kepala desa dan perangkat desa di wilayahnya dapat mengadopsi sistem dan pendekatan yang diterapkan di Kalurahan Srimulyo.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak melihat langsung sistem informasi desa yang digunakan Srimulyo, mulai dari aplikasi pelayanan administrasi berbasis digital, sistem pengarsipan dokumen, hingga pengelolaan aset menggunakan pemetaan digital. Para peserta juga mendapat penjelasan teknis terkait inovasi pelayanan publik, partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa, dan keterlibatan pemuda dalam program-program digitalisasi.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai bentuk jalinan kerja sama dan komitmen bersama menuju tata kelola desa yang lebih baik, transparan, dan berbasis teknologi. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)
Bagikan artikel ini: