Rakor Rutin Pamong dan Staf Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),– Pemerintah Kalurahan Srimulyo menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Jumat (12/9) di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS). Rakor ini membahas tiga agenda penting, yaitu persiapan Musyawarah Padukuhan (Musduk) Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) Tahun 2026, sosialisasi biopori dan pengolahan sampah organik, serta sosialisasi Event Kebudayaan dan Pesta Rakyat.
Agenda pertama menyoroti persiapan musduk implementasi PPBMP Tahun 2026 sesuai Peraturan Bupati Bantul Nomor 33 Tahun 2025 tentang Bantuan Keuangan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan. Program ini memberikan dukungan Rp50 juta per padukuhan untuk kegiatan prioritas, meliputi pengentasan kemiskinan, penanganan dan pencegahan stunting, serta penyelesaian permasalahan strategis. Musduk akan mulai dilaksanakan pada 13-16 September 2025 di 22 padukuhan. Agenda kedua adalah sosialisasi biopori, yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Bantul tentang Gerakan Pengolahan Sampah Organik di rumah. Seluruh perangkat kalurahan, ASN, dan masyarakat diimbau menyediakan lubang biopori atau metode lain seperti lodong sisa dapur (LOSIDA) dan komposter untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan kompos alami. Selain itu, rakor juga membahas sosialisasi Event Kebudayaan dan Pesta Rakyat yang diselenggarakan oleh Project Manager Abdi Dalem Enterprise dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalurahan Srimulyo yang akan digelar selama satu bulan penuh, mulai 17 Oktober hingga 16 November 2025. Festival akan diisi dengan beragam kegiatan budaya, seni, olahraga, hingga pameran UMKM.
PLT Lurah Srimulyo dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi antara pamong, dukuh, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menyukseskan ketiga agenda tersebut. “PPBMP Tahun 2026 harus tepat sasaran dan RKP Tahun 2026 harus selesai di bulan September. Selain itu, mohon seluruh pamong mengikuti gerakan biopori harus menjadi kebiasaan baru warga,” ujarnya. Dengan adanya rakor ini, diharapkan seluruh program dan kegiatan dapat berjalan terarah sesuai regulasi, berdaya guna bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Srimulyo sebagai kalurahan yang berbudaya, sehat, dan berdaya saing. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)