Dari Pembuangan Sampah Menjadi Destinasi Wisata Bintaran Wetan Srimulyo Raih Penghargaan Proklim DIY
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),-Padukuhan Bintaran Wetan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Penghargaan tersebut diterima pada Selasa (23/09) dalam acara resmi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY. Dukuh Bintaran Wetan hadir langsung untuk menerima penghargaan mewakili masyarakat. Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan serta menerapkan berbagai program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah padukuhan, tapi hasil dari kerja bersama seluruh warga. Kami berusaha menjadikan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar program,” ujar Dukuh Bintaran Wetan.
Sebelumnya, wilayah ini pernah menghadapi persoalan lingkungan seperti pencemaran sungai dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Namun, melalui berbagai inisiatif warga, kini Bintaran Wetan menjadi contoh padukuhan yang berhasil menjalankan program lingkungan berkelanjutan. Warga mengembangkan budaya hemat air, membangun sumur resapan dan biopori, serta menanam bambu sebagai sabuk hijau. Mereka juga memanfaatkan sisa cucian beras (leri) untuk dijadikan pembasmi hama alami.
"Untuk mengantisipasi bencana, masyarakat membangun tanggul, bronjong, saluran air, dan jalur evakuasi, serta memanfaatkan aplikasi e-Ngatini sebagai sistem peringatan dini banjir. Di sektor pertanian, kami menerapkan integrasi farming yang menggabungkan pertanian, peternakan, dan pengelolaan limbah terpadu. Pola tanam tumpangsari, irigasi tetes, serta pembuatan pupuk organik dari bahan alami seperti buah maja dan limbah dapur juga diterapkan. Kami mencoba memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak. Tidak ada yang terbuang percuma. Limbah kami olah, air kami hemat, dan lahan kami kelola agar tetap produktif,” jelas Dukuh Bintaran Wetan.
Upaya mitigasi juga dijalankan dengan pengelolaan sampah secara terintegrasi dan pemanfaatan energi terbarukan seperti biogas dari limbah domestik serta penggunaan panel surya untuk penerangan rumah dan lahan pertanian. Kegiatan penghijauan terus dilakukan bersama mitra seperti PILI Green Network, BRI Menanam, Trubus, Bina Swadaya, dan University of Technology Sydney. Relawan pemadam kebakaran pun dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Dari sisi kelembagaan, Bintaran Wetan memiliki dukungan kuat melalui Desa Wisata Dewi Mulia sebagai penggerak utama dan Pasar Kebon Empring sebagai pusat ekonomi hijau. Pasar ini dibangun secara swadaya dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Generasi muda juga diajak aktif melalui kegiatan seperti Sekolah Sungai, pelatihan ecobrick, dan pemantauan kualitas air. Semua kegiatan tersebut dirangkai dalam Festival Kali Gawe, ajang edukasi lingkungan yang menjadi ciri khas padukuhan ini.
“Yang kami lakukan bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan. Anak-anak kami harus tumbuh di lingkungan yang sehat dan lestari,” tambah Dukuh Bintaran Wetan. Berbagai upaya ini diperkuat oleh dukungan regulasi pelestarian lingkungan hidup di tingkat lokal agar program pengendalian perubahan iklim dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Pemerintah Kalurahan Srimulyo berharap Bintaran Wetan bisa menjadi contoh bagi padukuhan lain. Kami percaya bahwa jika masyarakat mau bergerak bersama, lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan hal yang mustahil.
(Foto : Inoeng, Kontributor: Inoeng)