Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Desa Mandiri Budaya Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program Desa Mandiri Budaya (DMB) di Kalurahan Srimulyo pada Rabu (3/9). Kegiatan ini dipusatkan di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS) dan dihadiri langsung oleh Tim Monev DMB yang berjumlah 14 orang.
Tim dipimpin oleh Hendratmoro, S.Si., MURP, Kepala Bagian Rekayasa Perekonomian Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY. Kehadiran tim ini bertujuan untuk memastikan implementasi program DMB berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu memperkuat kemandirian desa dengan berbasis budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian nilai-nilai lokal yang menjadi identitas Kalurahan Srimulyo.
Dalam forum, Pemerintah Kalurahan Srimulyo menyampaikan secara sistematis hal ikhwal tentang pelaksanaan DMB, seperti perencanaan, realisasi keuangan dan fisik, kelembagaan, upaya yang dilakukan, dampak, inovasi sekaligus mengungkap kendala yang dihadapi serta exit program pasca DMB.
Ketua Tim Monev memberi apresiasi atas pelaksanaan 4 (empat) pilar DMB yang dinilai sudah baik, hanya saja perlu ditingkatkan komunikasi yang lebih intens antar pilar dan pemangku kebijakan.
“Program Desa Mandiri Budaya merupakan upaya strategis dalam membangun desa yang berdaya, mandiri, dan tetap berakar pada kearifan lokal. Kami melihat Srimulyo memiliki potensi besar untuk terus berkembang, namun perlu ada konsistensi, inovasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat terutama pelaksanaan 4 (empat) pilar DMB,” ungkapnya.
Sementara itu, PLT Lurah Srimulyo menyatakan program DMB menjadi peluang besar untuk mendorong kreativitas dan kemandirian warga dengan dukungan berbagai pihak untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami bersyukur Kalurahan Srimulyo menjadi bagian dari Desa Mandiri Budaya. Melalui program ini, harapannya mendorong kreativitas dan kemandirian warga untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana tim Monev memberikan masukan, arahan, dan solusi atas permasalahan yang dihadapi di tingkat lapangan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta mempercepat terwujudnya kemandirian desa yang berlandaskan pada nilai budaya dan kearifan lokal.
Dengan adanya kegiatan ini, Kalurahan Srimulyo diharapkan semakin siap untuk mengembangkan program Desa Mandiri Budaya sebagai model pemberdayaan masyarakat desa yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya dan penguatan jati diri desa. Kegiatan ditutup dengan melaksanakan observasi langsung ke lokus kegiatan DMB, yakni pembangunan Srimulyo Rajakaya Edufarm, peternakan terpadu yang tengah dikerjakan dan didanai oleh Dana Keistimewaan Tahun 2025 ini. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)