Kegiatan Merti Dusun Bangkel dan Dekahan Gede Kring Payak Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Merti Dusun Dekahan Gede Kring Payak dan Merti Dusun Bangkel kembali digelar pada Minggu (7/9). Dekahan Gede Kring Payak dilaksanakan di Padukuhan Payak Cilik, sedangkan Merti Dusun Bangkel diselenggarakan di Pendopo Bangkel. Warga Padukuhan Bangkel dan Kring Payak melaksanakan merti dusun secara meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan warga bersama-sama menyelenggarakan rangkaian acara adat, doa bersama, serta kirab hasil bumi. Merti dusun dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki, hasil pertanian, serta keberkahan hidup sekaligus menjadi ikhtiar menjaga kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Acara diawali dengan doa dan kenduri bersama di kedua titik. Selanjutnya dilaksanakan arak-arakan hasil bumi, jodhang, dan gunungan yang mencerminkan simbol kesuburan serta kearifan lokal. Warga dengan penuh antusias mengikuti prosesi, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para sesepuh. Di Padukuhan Bangkel, Merti Dusun diramaikan dengan kirab budaya dan kendhuri yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sementara di Kring Payak, kegiatan dimulai sejak Jumat (5/9) Tahlil Pengklik dan pentas seni. Hari Kedua Sabtu (6/9) dilaksanakan pengajian akbar dan hari terakhir dilaksanakan kirab budaya dan kenduri akbar ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, menghadirkan dalang lokal Ki Sri Mulyono lakon “Semar Mbangun Kayangan” sebagai bentuk penghormatan pada seni budaya Jawa. Dengan terselenggaranya Merti Dusun Bangkel dan Dekahan Gede Kring Payak, Kalurahan Srimulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai budaya Jawa sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)
Bagikan artikel ini: