Rapat Koordinasi Pamong dan Staf Kalurahan Bersama Aktriyo di Joglo IKS
Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Pemerintah Kalurahan Srimulyo melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) rutin pamong kalurahan pada Senin (26/01) bertempat di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS). Kegiatan ini dihadiri oleh PLT Lurah Srimulyo, Carik, Kasi, Kaur, para Dukuh, serta staf kalurahan.
Rakor dibuka dengan sambutan dari PLT Lurah Srimulyo, Wijiyana, S.IP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan informasi penting terkait pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Disampaikan bahwa TMMD pertama kali dilaksanakan di Kalurahan Srimulyo di empat titik Kabupaten Bantul.
PLT Lurah juga menyampaikan bahwa pada keesokan harinya akan dilaksanakan sosialisasi TMMD, khususnya kepada Dukuh Payak dan Dukuh Ngelosari. Beliau menekankan bahwa untuk biaya bantuan keuangan, mekanismenya tidak sama seperti sebelumnya dan perlu dipahami bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembukaan TMMD akan dilaksanakan melalui upacara pada tanggal 10 Februari, dengan kekuatan personel 1 regu sebanyak 25 orang. Pamong kalurahan dijadwalkan untuk mengikuti upacara pembukaan TMMD yang akan dilaksanakan di Lapangan Piyungan, dengan pembagian keikutsertaan yang akan dikoordinasikan oleh Pak Carik. Gedung di wilayah Srimulyo juga akan difungsikan sebagai tempat transit VVIP selama kegiatan TMMD berlangsung.
Pada sesi berikutnya, Ulu-Ulu Kalurahan Srimulyo menyampaikan informasi yang diterima dari Kodim Bantul terkait rencana pembangunan jembatan gantung. Jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi akses penting bagi kendaraan roda dua, penghubung antarpermukiman warga, serta jalur yang mendukung aktivitas pelajar. Adapun padukuhan yang telah mengajukan usulan pembangunan jembatan gantung antara lain Padukuhan Duwet Gentong, Kabregan, Payak Tengah, Payak Wetan, dan Kradenan.
Rakor kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dari Akademi Optometri Yogyakarta (AKTRIYO) terkait program beasiswa gratis bagi masyarakat Kalurahan Srimulyo. Dalam paparannya disampaikan bahwa Program Studi Optometri saat ini hanya tersedia di 16 akademi di seluruh Indonesia, sehingga peluangnya masih sangat terbuka. Selain itu, kebutuhan tenaga optometri semakin meningkat seiring dengan tingginya penggunaan perangkat digital yang berdampak pada kesehatan mata masyarakat.
Pihak AKTRIYO juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang telah lulus akan langsung terserap dunia kerja, karena adanya kontrak kerja selama 6 tahun dengan kisaran gaji Rp6–7 juta, serta penempatan kerja di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat Srimulyo, khususnya generasi muda, untuk memperoleh pendidikan sekaligus jaminan masa depan kerja.
Rakor rutin ini menjadi sarana penting dalam menyampaikan informasi strategis, menyamakan persepsi antar pamong kalurahan, serta memperkuat koordinasi demi kelancaran program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Srimulyo. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)