Pelatihan Industri Diversifikasi Produk Dorong Kemandirian Pelaku Usaha di Jolosutro
Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul menyelenggarakan Pelatihan Industri Diversifikasi Produk pada sub kegiatan koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pengembangan sumber daya industri di Padukuhan Jolosutro, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 10 - 13 Februari 2026.
Pelatihan diikuti oleh masyarakat dan pelaku usaha setempat sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, serta penguatan daya saing usaha kecil di wilayah Kalurahan Srimulyo.
Sambutan pertama disampaikan oleh Kamituwa Kalurahan Srimulyo, Tiyas Santosa, S.E. yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, Pemerintah Kalurahan Srimulyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bantul serta Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah mengalokasikan dana aspirasi untuk kegiatan pelatihan di Padukuhan Jolosutro. Diharapkan program ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga. Selain itu, disampaikan pula pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kalurahan, dan masyarakat agar terus terjalin secara berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang mandiri melalui berbagai program pemberdayaan.
Perwakilan dari Kapanewon Piyungan dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf karena Panewu Piyungan tidak dapat hadir pada acara pembukaan dikarenakan menghadiri kegiatan TMMD. Meskipun demikian, disampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan serta harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul yang menekankan pentingnya kedisiplinan peserta selama mengikuti pelatihan. Peserta diharapkan mengikuti kegiatan secara penuh dan tidak meninggalkan sesi pelatihan. Selain peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar, peserta yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau perizinan usaha didorong untuk segera mengajukan legalitas usaha. Dinas juga membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti pelatihan lanjutan seperti pemasaran digital, pengemasan produk, serta sertifikasi label halal guna meningkatkan nilai tambah produk.
Sambutan dari Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, S.T., diawali dengan perkenalan diri serta penyampaian bahwa terdapat berbagai program pelatihan yang dapat diakses oleh masyarakat untuk mendukung pengembangan usaha. Disampaikan pula bahwa meskipun terdapat penyesuaian atau normalisasi anggaran, program pemberdayaan masyarakat tetap menjadi prioritas. Menjelang hari raya, pemerintah juga merencanakan pelatihan tambahan guna mendukung kesiapan pelaku usaha menghadapi peningkatan permintaan pasar. Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta, khususnya kaum ibu, dapat semakin mandiri dalam menjalankan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Melalui kegiatan pelatihan diversifikasi produk ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap tercipta pelaku usaha yang inovatif, berdaya saing, serta mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis industri kecil dan usaha mikro di wilayah Kalurahan Srimulyo. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)