Berita Desa

Pembukaan Festival Selikur 2025

17 Oktober 2025
Administrator
Dibaca 113 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Festival Selikur resmi dibuka pada Jumat (17/10) di area Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS), menandai dimulainya rangkaian kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan hiburan keluarga dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalurahan Srimulyo ke-79. Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kabupaten Bantul, Panewu Piyungan, Kapolsek Piyungan, Danramil Piyungan, PLT Lurah Srimulyo, para Kasi dan Kaur Kalurahan Srimulyo, perwakilan Dukuh, Bamuskal Srimulyo serta perwakilan lembaga desa.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Gejug Lesung Padukuhan Jolosutro yang menggema menandai semangat gotong royong dan kebersamaan warga Srimulyo. Setelah itu, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penampilan Tari Pudyastuti sebagai simbol penghormatan dan doa bagi kelancaran acara.

Ketua Panitia Selikur, Hendro Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya festival ini. Ia menegaskan bahwa Selikur bukan sekadar pasar malam, melainkan wadah bagi masyarakat Srimulyo untuk menumbuhkan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal.

Sementara itu, PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Selikur menjadi salah satu agenda penting dalam memperingati Hari Jadi Kalurahan Srimulyo ke-79. “Kegiatan ini merupakan ruang bagi warga untuk berekspresi, berkreasi, dan berkolaborasi. Selain menggerakkan ekonomi lokal, Selikur juga menjadi upaya nyata dalam menjaga warisan budaya Srimulyo,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah kalurahan juga menyerahkan dukungan pendidikan bagi 50 siswa miskin berprestasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Penyerahan simbolis dilakukan kepada 10 siswa perwakilan penerima manfaat. Dukungan ini diharapkan dapat menambah semangat belajar serta mendorong mereka untuk terus meraih prestasi meski dalam keterbatasan.

Usai prosesi simbolis tersebut, panggung budaya Srimulyo kembali hidup dengan penampilan Tari Gandhewa Kencana, karya orisinal masyarakat Srimulyo yang lahir dari semangat dan kreativitas warga setempat. Tari ini menjadi lambang kebanggaan serta wujud nyata potensi seni lokal yang terus berkembang.Sebagai penutup, suasana malam semakin hangat dengan penampilan campursari di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS), mengajak warga untuk bergembira dan menikmati kebersamaan dalam pesta rakyat.

Hendro Wibowo menyampaikan Festival Sellkur (Manunggaling Kawula lan Tradisi) akan berlangsung hingga 8 November 2025, menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti karawitan, tari, keroncong, hadroh, campursari, hingga gejog lesung. “Budaya dilestarikan, ekonomi diberdayakan, keluarga terhibur,” tutupnya. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: