Berita Desa

Forum Anak Srimulyo Gelar Pertemuan Perdana 2025: Dorong Anak Menjadi Pelopor dan Pelapor

14 November 2025
Administrator
Dibaca 123 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Forum Anak Kalurahan Srimulyo menggelar pertemuan perdana tahun 2025 dengan mengusung tema “Bersama Menjadi Pelopor dan Pelapor, Wujudkan Indonesia yang Layak Anak” pada Jumat (14/11) di Aula Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo. Kegiatan ini dihadiri oleh PLT Lurah Srimulyo, Ketua Bamuskal Srimulyo, Forum Anak Kabupaten Bantul, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas PPA Srimulyo, Perwakilan TP PKK Srimulyo, Forum Anak Kapanewon Piyungan, Forum Anak Kalurahan Srimulyo yang diwakili dua anak per padukuhan, serta Karang Taruna Kalurahan Srimulyo.

Pertemuan diisi oleh empat narasumber yang membahas isu-isu penting terkait perlindungan anak serta penguatan peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Narasumber pertama, Sudaryanto, S.Pd.I selaku Ketua Bamuskal Srimulyo, memberikan motivasi kepada peserta dan menekankan bahwa anak harus berani menjadi pelopor perubahan positif sekaligus pelapor jika menemukan praktik kekerasan atau pelanggaran hak anak di lingkungannya.

Materi berikutnya disampaikan oleh PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto, S.T., yang memaparkan kondisi kekerasan anak di Indonesia yang masih memprihatinkan. Hingga Juli 2025 tercatat 15.615 kasus kekerasan terhadap anak, termasuk 6.999 kasus kekerasan seksual, sementara 9.956 kasus terjadi di lingkungan rumah tangga. Hasil survei nasional menunjukkan bahwa satu dari dua anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya, dan 1,2 juta anak perempuan tercatat menikah sebelum usia 18 tahun. Selain itu, angka kematian anak di bawah lima tahun masih berada pada 20,6 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka putus sekolah dari jenjang SD hingga SMA mencapai 29,21 persen, dengan tingkat tertinggi berada di tingkat SMA.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 40,19 persen anak usia 0–17 tahun mengalami deprivasi minimal dua dimensi, sementara pekerja perempuan hanya mencakup 33,52 persen dengan rata-rata upah 17 persen lebih rendah dibanding pekerja laki-laki. Menurutnya, data tersebut menegaskan pentingnya peningkatan literasi hak anak, ruang aman partisipasi anak, serta keberanian untuk melapor ketika terjadi kekerasan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Tanaya Sindhu Ganari dan Zaima Bilqis Al Keisya H dari Forum Anak Kabupaten Bantul yang menjelaskan bahwa Forum Anak merupakan wadah partisipasi untuk memastikan suara anak masuk dalam pengambilan keputusan. Mereka menegaskan bahwa Forum Anak memiliki peran 2P, yaitu menjadi pelopor dalam menghadirkan perubahan positif dan pelapor ketika menemukan kasus kekerasan atau pelanggaran hak anak. Suasana kegiatan semakin interaktif saat keduanya mengajak peserta bermain kuis melalui Menti.com dan mengikuti diskusi kelompok. Para peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diminta menyusun kebijakan seolah menjadi menteri di berbagai kementerian, seperti Keuangan, Pendidikan, Hukum dan HAM, Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama, meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta. Melalui pertemuan perdana ini diharapkan Forum Anak Kalurahan Srimulyo semakin siap berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi anak sekaligus turut mendukung terwujudnya Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: