Berita Desa

Srimulyo Gelar Musdes Khusus, Bidani Lahirnya Koperasi Desa Merah Putih

28 April 2025
Administrator
Dibaca 400 Kali

Srimulyo (Kabar Gerbang Madu),- Dalam sebuah langkah bersejarah, Kalurahan Srimulyo resmi melahirkan Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo melalui Musyawarah Desa Khusus yang diselenggarakan pada Senin (28/04/2025). Bertempat di Ibu Kota Srimulyo (IKS), acara ini menghadirkan 128 orang dari beragam unsur, mulai dari Pemerintah Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok marginal, hingga keterwakilan perempuan. Tak hanya sebagai pemenuhan administrasi, pembentukan koperasi ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan di Srimulyo.

Musyawarah tersebut bukan semata-mata memenuhi kewajiban regulatif. Ini adalah jawaban konkret terhadap tantangan nyata: memperpendek rantai distribusi, membuka akses modal untuk rakyat kecil, memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa, hingga menggelorakan semangat gotong-royong. Pembentukan koperasi ini memang sejalan dengan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih​. Namun lebih dari itu, gerak cepat Srimulyo membuktikan bahwa instruksi dari pusat bukan sekadar diterima begitu saja. Di Srimulyo, kebijakan nasional dini disambut dengan inisiatif akar rumput yang kuat — bukan karena paksaan, melainkan karena lahir dari kebutuhan nyata, harapan kolektif, dan tekad untuk mandiri secara ekonomi.

Musyawarah Desa Khusus ini juga menjadi ruang berbagi inspirasi. Pada pembuka musyawarah desa khusus ini, para peserta mendapatkan penyuluhan perkoperasian langsung dari para tokoh nasional dan daerah yang hadir secara hybrid. Hadir memberikan penguatan dan perspektif strategis, Sweeta Melanie (Staf Khusus Menteri Koperasi RI Bidang Komunikasi), Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A. (Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY), dan Ir. Fenty Yusdayati, M.T. (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul). Hadir pula dalam acara ini Prapta Nugraha, S.Sos., M.H. (Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul) dan Marieta Susilawati PG, S.H sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) untuk memastikan pendirian koperasi berlangsung sah dan berpayung hukum.

Bukan tanpa tantangan, koperasi pada era kini harus bergerak adaptif terlebih dalam aspek digitalisasi. “Srimulyo dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pemain di sektor riil, tetapi juga untuk mengadopsi teknologi, memperkuat manajemen berbasis data, dan membuka akses pasar seluas-luasnya​. Karena itu, rencana bisnis koperasi pun dirancang serius, memperhatikan aspek pasar, manajemen, hingga prospek keuangan jangka panjang​. Namun, kami percaya bahwa Srimulyo mampu menjadi role model yang baik untuk ini,“ papar Siwi dalam sambutannya.

Setelah melalui musyawarah mufakat, Srimulyo menetapkan nama koperasi resmi: Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo, berkedudukan di Jl. Jogja - Wonosari Km 12,5, Kalurahan Srimulyo. Rencananya, koperasi ini akan menempati bangunan bekas kantor kalurahan yang lama. Meski berstatus bangunan lama, kondisinya masih sangat layak, bahkan sangat strategis dalam konteks bisnis karena berada persis di tepi jalan nasional.

Koperasi ini dirancang sebagai motor utama ekonomi desa, dengan berbagai unit usaha yang direncanakan: gerai sembako, klinik desa, apotek, unit simpan pinjam, pusat oleh-oleh, gudang hasil pertanian, hingga layanan transportasi​. Semua itu dirancang bukan hanya untuk mengejar keuntungan semata, melainkan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dan menguatkan posisi tawar desa dalam rantai ekonomi yang sering timpang. Lebih jauh, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo merupakan bagian integral dari gerakan nasional pembentukan 80.000 koperasi sebagaimana diarahkan oleh Presiden Republik Indonesia. Sebuah gerakan besar untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat​. Srimulyo menjadi satu titik api kecil dalam rencana besar itu, tetapi percikannya diharapkan akan menjalar ke seluruh penjuru Jogja, bahkan hingga penjuru negeri.

Dalam proses musyawarah, perhatian besar diberikan pada prinsip transparansi, keterwakilan, dan meritokrasi. Struktur pengurus dan pengawas koperasi dipilih dengan memperhatikan keterwakilan perempuan serta memenuhi syarat kompetensi, dengan prioritas pada latar belakang yang kuat di bidang perkoperasian, tentunya disesuaikan dengan juklak Menteri Koperasi terkait. Para pendiri sadar betul, tanpa pengelolaan yang baik, semangat koperasi bisa lenyap hanya dalam retorika.

Lurah Srimulyo, Wajiran, dalam sambutannya menyampaikan dengan penuh semangat, “Musdesus siang hari ini adalah momentum perubahan. Dari Srimulyo, dari tangan-tangan rakyat biasa, lahir sebuah kekuatan ekonomi baru. Kesejahteraan rakyat dapat dimulai dari desa, dari ruang musyawarah, dari koperasi yang jujur dikelola dan sungguh-sungguh dibangun. Kami ingin mengirimkan pesan kuat ke seluruh Indonesia: ekonomi rakyat bukan tinggal sejarah. Dengan koperasi, ekonomi rakyat bangkit kembali.” (Foto: Inoeng, Kontributor: Nurje)

 - Foto 1
 - Foto 2
Bagikan artikel ini: