Berita Desa

Kupatan Jolosutro 2025: Wujud Syukur dan Kebersamaan Warga Kring Jolosutro

28 Juli 2025
Administrator
Dibaca 428 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Tradisi tahunan Kupatan Jolosutro kembali digelar dengan semarak di Lapangan Jolosutro, Kalurahan Srimulyo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (29/7) ini dihadiri oleh ratusan warga dan tokoh masyarakat dari lingkungan Kring Jolosutro serta sekitarnya. Turut hadir dalam acara ini, Dinas Kebudayaan Bantul, Panewu Piyungan, Forkompinkap Piyungan, Lurah Srimulyo, Pamong Srimulyo, Lembaga Kalurahan Srimulyo dan tamu undangan.

 

Kupatan Jolosutro merupakan salah satu warisan budaya yang hingga kini menjadi salah satu agenda rutin digelar di tengah masyarakat Kring Jolosutro. Tradisi ini adalah wujud syukur pada Allah atas limpahan berkah yang diberikan pada pertanian mereka. Upacara ini mulai dikenalkan pada masa Sunan Geseng atau masyarakat sekitar sering menyebutnya Ki Cakrajaya. Rasulan ini digelar setiap tahunnya pada Senin legi di bulan Sapar selepas waktu dzuhur. Warga bersama-sama membawa aneka hidangan ketupat, dan lauk-pauk khas tradisional untuk kemudian dibawa dari Lapangan Jolosutro ke Makam Sunan Geseng dan dinikmati secara bersama dalam suasana kekeluargaan.

 

Rangkaian acara dimulai selepas waktu dzuhur dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana kekhusyukan menyelimuti lapangan pada upacara Kupatan Jolosutro. Berbeda dengan tradisi lainnya, pada Kupatan Jolosutro terdapat beberapa tradisi yang masih dilestarikan dengan prosesi upacara kupat yang diiringi lagu khas upacara Kupatan Jolosutro.

 

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kring Jolosutro. Dalam sambutannya, Sogiran, menyampaikan bahwa pentingnya menjaga nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal yang menjadi warisan leluhur.

"Kupatan ini bukan sekadar tradisi, tapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.

 

PLT Lurah Srimulyo, Nurjayanto S.T., juga menyampaikan bahwa tradisi Kupatan Jolosutro merupakan warisan budaya tak benda yang sudah diakui secara Nasional. Harapannya tradisi ini harus tetap dilestarikan hingga generasi muda yang akan mendatang.

 

Dengan semangat gotong royong, seluruh warga Kring Jolosutro turut serta dalam persiapan hingga pelaksanaan acara, mulai dari penyediaan konsumsi, dekorasi lapangan, hingga pengaturan jalannya kegiatan. Melalui kegiatan Kupatan Jolosutro 2025, diharapkan semangat kebudayaan dan nilai kearifan lokal masyarakat Kalurahan Srimulyo dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: