Sekretariat Daerah DIY Lakukan Monev Implementasi Dana BKK Inovasi Kalurahan Tahun 2025 di Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Sekretariat Daerah (Setda) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencairan serta Implementasi Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Inovasi Kalurahan Tahun 2025 pada Selasa (26/8) di Ruang Lurah Srimulyo. Kegiatan ini bertujuan memastikan pencairan dan pemanfaatan dana BKK Inovasi berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, tim Setda DIY meninjau langsung inovasi Kalurahan Srimulyo yang dikembangkan melalui program SIGAP (Sistem Informasi Geografi Pertanahan).
SIGAP merupakan inovasi berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan data spasial untuk mendukung pengambilan keputusan dan pelayanan publik di tingkat kalurahan. Beberapa fitur utama SIGAP antara lain One Click UMKM yang memetakan persebaran pelaku usaha mikro kecil menengah, Sidamesra Spasial yang memvisualisasikan data kemiskinan, Pertanahan yang memuat informasi kepemilikan dan penggunaan lahan, serta General Spasial untuk peta tematik lainnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam dialog bersama pamong dan pengelola program, tim monev memberikan apresiasi terhadap langkah Kalurahan Srimulyo dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan. “Program SIGAP ini sejalan dengan semangat BKK Inovasi, yakni mendorong lahirnya gagasan baru yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya desa digital,” ungkap salah satu perwakilan Setda DIY.
PLT Lurah Srimulyo menyampaikan bahwa SIGAP hadir sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat atas data yang akurat, cepat, dan mudah diakses. “Melalui SIGAP, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan lebih transparan, sementara pemerintah kalurahan dapat bekerja lebih efektif dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Kegiatan monev ditutup dengan peninjauan sistem SIGAP secara langsung, termasuk tampilan peta digital yang sudah memuat data pertanahan, UMKM, serta kemiskinan. Tim Setda DIY mendorong agar inovasi ini terus diperbarui dan dikembangkan sehingga dapat menjadi model percontohan bagi kalurahan lain di DIY. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)