Rapat Koordinasi Pamong dan Staf Kalurahan Srimulyo di Joglo IKS
Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Pemerintah Kalurahan Srimulyo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Senin (2/2) bertempat di Pendopo Ibukota Kalurahan Srimulyo (IKS). Rakor diikuti oleh Panewu Piyungan, Panewu Anom beserta jajaran di tingkat kapanewon, serta pamong dan staf Kalurahan Srimulyo.
Dalam penyampaiannya, Carik Srimulyo, Nurjayanto, S.T., menyampaikan sejumlah agenda penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia menginformasikan bahwa kegiatan Buka Bersama dan Safari Tarawih akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, dan diikuti oleh seluruh pamong serta staf Kalurahan Srimulyo.
“Buka bersama dan safari tarawih akan kita kamis, seluruh pamong dan staf Kalurahan Srimulyo wajib hadir diagenda rutinan kalurahan yang akan dilaksankaan di Padukuhan Pandeyan,” ujarnya.
Selain itu, disampaikan pula bahwa Kalurahan Srimulyo mendapatkan bantuan hukum di tingkat kabupaten terkait permasalahan PT YIP. Ia berharap dengan adanya pendampingan tersebut, persoalan yang ada dapat segera terselesaikan.
Sementara itu, PLT Lurah Srimulyo dalam sambutannya menyampaikan perkembangan pelaksanaan TMMD di Padukuhan Payak Tengah dan Ngelosari. Program tersebut telah menyelesaikan pengerjaan jalan sepanjang 427 meter dan saat ini tengah dilakukan pengembangan jalan. Upacara penutupan TMMD dijadwalkan pada 11 Maret 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa destinasi wisata Bukit Pangol Raya Hill kembali dibuka untuk masyarakat. Selain itu, KDMP Kalurahan Srimulyo akan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Senin, 9 Maret 2026.
Selanjutnya, Ulu-ulu Kalurahan Srimulyo menyampaikan terkait rencana lahan pembangunan KDMP Kalurahan Srimulyo. Untuk lokasi di Kios Kabregan, ukuran bangunan 20 x 30 meter dinilai telah memenuhi ketentuan. Namun, lahan parkir belum masuk dalam perencanaan karena hanya tersisa area di samping kiri dan kanan bangunan yang juga mepet dengan bahu jalan. Sementara untuk lokasi Eks Pasar Piyungan, ukuran bangunan 20 x 30 meter juga memenuhi, tetapi area parkir belum tercakup dan hanya menyisakan lahan di sisi kiri dan kanan bangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Panewu Piyungan yang baru, Drs. Yuli Hernadi, S.Sos, menyampaikan sejumlah arahan. Ia menjelaskan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengalami kenaikan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul mengalami penurunan. Target retribusi wisata tahun ini sebesar 47 miliar rupiah, namun yang tercapai baru sekitar 27 miliar rupiah.
Ia juga mengingatkan agar pajak ditarik dan dibayarkan setelah kegiatan selesai serta tidak ditunda hingga akhir tahun. “Pajak harus dibayarkan setelah kegiatan selesai, jangan sampai menunggak hingga akhir tahun seperti yang terjadi di beberapa kelurahan,” tegasnya.
Selain itu, disampaikan bahwa RAB Bantul sudah SHBJ harapannya Kalurahan Srimulyo juga menyesuaikannya. Bagian Hukum Kabupaten saat ini menangani persoalan PT YIP yang belum menyelesaikan kewajibannya.
Di akhir rakor, diperkenalkan pendamping desa budaya Kalurahan Srimulyo yang baru, yakni Yudi, yang memiliki keahlian di bidang seni rupa. Diharapkan kehadiran pendamping desa budaya ini dapat mendukung pengembangan potensi seni dan budaya di Kalurahan Srimulyo. Rakor berlangsung dengan lancar dan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan dan kapanewon dalam mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)