Berita Desa

Lomba Kreasi Nasi Tumpeng Punjung Bawana

09 April 2026
Administrator
Dibaca 107 Kali

Piyungan (Kabar Gerbang Madu), – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-271, Tim Penggerak PKK Kalurahan Srimulyo turut ambil bagian dalam Lomba Kreasi Nasi Tumpeng yang diselenggarakan di Pendopo Wiyata Praja Kepatihan Yogyakarta pada Kamis (9/4). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan yang bertujuan untuk menggali potensi kreativitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, sekaligus melestarikan warisan kuliner Nusantara yang kaya akan nilai budaya dan filosofi kehidupan. Lomba kreasi nasi tumpeng ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap peserta menampilkan karya terbaiknya dengan mengangkat tema-tema khas kearifan lokal yang sarat makna. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dengan beragam tampilan tumpeng yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki cerita dan filosofi yang mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kalurahan Srimulyo mengusung tema “Sumbu Filosofi Jogja: Merapi, Keraton, dan Segara Kidul” dengan semangat punjung bawana sebagai persembahan rasa syukur bagi Bumi Mataram. Tema ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2023 sebagai warisan dunia. Konsep tumpeng yang dihadirkan berakar dari tata ruang Yogyakarta yang telah dirancang sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Susunan Merapi, Keraton, dan Segara Kidul dimaknai sebagai satu garis imajiner yang menggambarkan poros kehidupan, yang menghubungkan manusia dengan alam serta Sang Pencipta. Filosofi tersebut menjadi landasan dalam penyusunan elemen tumpeng, baik dari bentuk, komposisi, hingga ragam lauk yang disajikan.

Gunung Merapi dalam tumpeng direpresentasikan sebagai puncak utama yang melambangkan sumber kehidupan, kekuatan alam, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Tugu Jogja dihadirkan sebagai simbol sumbu nyata yang mencerminkan perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan dan tujuan hakiki. Sementara itu, Segara Kidul digambarkan sebagai hamparan yang melambangkan keluasan, ketenangan, serta harmoni semesta yang harus senantiasa dijaga. Nilai-nilai luhur seperti Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti menjadi ruh utama dalam karya tumpeng tersebut. Melalui nilai-nilai ini, tumpeng tidak hanya dimaknai sebagai sajian kuliner, tetapi juga sebagai simbol perjalanan hidup manusia yang senantiasa berusaha menjaga keseimbangan antara diri, lingkungan, dan spiritualitas.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, TP PKK Kalurahan Srimulyo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berbasis budaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas agar lebih memahami makna filosofis di balik tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Diharapkan, keikutsertaan TP PKK Kalurahan Srimulyo dalam peringatan Hari Jadi DIY ke-271 ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya adiluhung, serta memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang melimpah bagi Bumi Mataram. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)

 - Foto 1
 - Foto 2
 - Foto 3
Bagikan artikel ini: