Menteri Koperasi RI Resmikan Percontohan Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo
Piyungan (Kabar Gerbang Madu),- Sebuah langkah maju dalam penguatan ekonomi kerakyatan ditandai dengan peresmian Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo sebagai koperasi percontohan di tingkat nasional. Acara peresmian yang berlangsung di dua Lokasi yaitu Kantor Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo dan Ibukota Klaurahan Srimulyo (IKS) pada Minggu (15/06). Peresmian ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Menteri Koperasi Republik Indonesia, Jajaran Kementerian Koperasi, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Dsa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Kesehatan, LPDB, DPD RI, Bupati dan Walikota se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa Bupati dan Walikota Perbatasan DIY, perwakilan dari Dinas Kabupaten Bantul, tokoh masyarakat, dan warga desa.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Budi Arie Setiadi, selaku Menteri Koperasi Republik Indonesia, yang menandai dimulainya operasional koperasi dengan pemotongan pita buntal launching dan penandatanganan prasasti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih di Srimulyo merupakan wujud konkret dari upaya pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi desa.
“Kopdes Merah Putih jadi pusat kegiatan ekonomi/pusat distribusi dan produksi ekonomi desa, tentu akan menggerakkan ekonomi rakyat desa. Jumlahnya sangat besar karena ekonomi rakyat yang bergerak. Sesuai tujuan bernegara UUD 1945 yaitu adil dan makmur,” ujar Menteri Koperasi RI.
Harapannya Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi percontohan Koperasi Desa Merah Putih secara nasional dan Srimulyo menjadi pusat percontohan. Selain itu, tujuan didirikan Kopdes Merah Putih untuk mengurangi angka kemiskinan.
“Tujuan mulia Kopdes Merah Putih angka kemiskinan, rentenir, tengkulak, kemiskinan ekstrem kita hilangkan. Kesejahtereraan rakyat kita tingkatkan dan kesejahteraan rakyat menjadi mandiri dan menjadi tulang punggung negara ini kedepan,” Tambahnya.
Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo akan berfokus pada sektor unit usaha ketahanan pangan, klinik desa, apotek, unit simpan pinjam, pergudangan, toko sembako, jasa pariwisata, peternakan, hingga perikanan. Selain itu, koperasi ini juga mengusung prinsip keberlanjutan dan inklusi, dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk gapoktan, perempuan dan pemuda desa.
Kepala Desa Srimulyo, Drs. Wajiran, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan berbagai pihak yang telah berperan dalam pembentukan dan pengembangan koperasi ini. Kopdes ini juga didukung DMB sebesar Rp 700 juta dalam bentuk edu wisata Srimulyo Rajakaya, asset tanah dan bangunan dari Masyarakat Srimulyo, dan modal dalam bentuk kendaraan pick-up dari Binakarya Homestay.
“Koperasi ini adalah milik bersama, dikelola bersama, dan hasilnya dinikmati bersama. Semoga ini menjadi titik tolak kemajuan Desa Srimulyo ke depan,” ujarnya.
Dengan demikian, unit usaha Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo dapat berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok Masyarakat dan memperkuat rantai ekonomi desa.
“Kopdes Merah Putih Kalurahan Srimulyo sebagai garda terdepan perekonomian, sehingga perlu dikelola dan dibangun agar tercipta kesejahteraan Masyarakat Srimulyo, jelas Lurah Srimulyo.
Acara ini juga dibarengi dengan penandatanganan Peraturan Kepala Daerah tentang KDKMP yang ditanda tangani oleh Bupati Bantul, Bupati Kulonprogo, Bupati Sleman, Bupati Gunungkidul, dan Walikota Kota Yogyakarta. Selain itu, pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Srimulyo juga menerima Akta KDMP Srimulyo, hibah asset tanah dan bangunan, modal dalam bentuk kendaraan pick-up serta penyertaan modal dalam bentuk edu wisata Srimulyo Rajakaya.
Dengan peresmian ini, Desa Srimulyo resmi menjadi salah satu model desa koperasi berbasis pemberdayaan masyarakat, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa. (Foto: Inoeng, Kontributor: Vera)