Berita Desa

Keladi Ikut “Mewabah” di Masa Pandemi Covid-19

11 Januari 2021
Administrator
Dibaca 547 Kali
Keladi Ikut “Mewabah” di Masa Pandemi Covid-19

Piyungan, (Srimulyo Post),- Dibalik kesedihan mewabahnya Covid-19 di Indonesia, ada hal yang ikut “mewabah” pula di bumi pertiwi ini. Wabah yang dimaksud disini adalah wabah tingginya minat masyarakat terhadap tanaman keladi. Yaa… tanaman Keladi sudah membuai hati dan mata pecinta tanaman hias. Tanaman ini kini merajai di hampir semua toko tanaman hias di Indonesia.

Menilik ke belakang, tanaman Keladi memang sudah cukup familiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Tanaman ini sangat mudah beradaptasi di Iklim Indonesia. Tidak jarang banyak ditemukan berbagai jenis Caladium di kebun, di pinggiran hutan, di dalam hutan dan lain sebagainya. Meskipun pada mulanya sebagian besar tanaman itu tumbuh di alam bebas, namun kita juga dapat menanamnya dengan pot sebagai tanaman hias di rumah.

Dilansir dari Kompas.com Editor Nabilla Tashandra dalam laman Blogger & plant mom, Titiw Akmar, yang kerap berbagi tips seputar menanam melalui akun Instagram miliknya, @travelmom.id, membagikan sejumlah tips sukses merawatan tanaman keladi.

  1. Hindari sinar matahari langsung Meskipun keladi menyukai panas, Titiw menyarankan agar tanaman ini tidak dibiarkan terkena sinar matahari langsung selama sehari penuh. Saah satu cara menyiasatinya adalah menggunakan paranet untuk menyaring sinar matahari. Meski begitu, keladi tetap memerlukan sinar matahari yang cukup. Sebab, jika diletakkan di tempat teduh, batang keladi biasanya akan menjadi panjang dan warnanya kurang cerah.
  2. Gunakan media tanam lembap Menurut Titiw, meski keladi menyukai panas, tanaman tersebut juga menyukai media tanam yang lembap.
    Untuk itu, ia rutin menyirap keladinya setiap hari jika cuaca tidak sedang hujan. "Bisa juga taruh tatakan pot berisi air. Tapi, perhatikan jangan sampai kelamaan genang karena bisa jadi sarang nyamuk," ungkapnya. Memilih media tanam untuk keladi sebetulnya tidak merepotkan. Anda bisa menggunakan kompos buatan sendiri, campuran (tanah, sekam, andam, dan kompos), atau bahkan membiarkan media tanam dari penjual tanaman. "Kuncinya, banyakin tanahnya dan jangan terlalu porous,"katanya.
    3. Hindari pot terlalu besar Jika ingin caladium Anda rimbun, Titiw menyarankan agar tidak memakai pot yang terlalu besar. Selain itu, pot plastik juga akan lebih baik untuk keladi ketimbang pot terakota. Potong daun-daun yang sudah layu atau rusak. Tak perlu khawatir daun keladi Anda akan habis. Sebab, selama umbinya sehat, daun-daun keladi akan tumbuh lagi.
  3. Menggabungkan beberapa keladi agar cantik Keladi dikenal dengan warna-warna daunnya yang unik dan cerah.
    Untuk membuat keladi lebih cantik, Anda juga bisa menyatukan beberapa keladi di dalam satu pot, seperti yang dilakukan Titiw. "Ada yang tanya apakah dia jadi tidak berebutan nutrisi? Selama ini sih aku baik-baik saja." "Sesekali siram vitamin B1 kalau dia terlihat lemas," paparnya.
  4. Perhatikan penyiraman Ketika menyiram keladi, pastikan Anda melakukannya dengan tepat. Titiw mengungkapkan, daun keladi punya sifat agak menahan air (waterproof). Jika Anda menyiramnya dan air tertahan di atas daun, cobalah sedikit menggoyangkan daunnya agar airnya tumpah dan tidak menggenang.
    (Foto:thewondersofdoing.blogspot.com, sentrapertanian.blogspot.com,tanamankeladihias.blogspot.com)
Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar
CAPTCHA Image